Jumat, 12 April 2013

Ah! Bodohnya Aku..

Jarum jam menunjukkan pukul 16.20. Hujan deras sejak tadi siang belum juga reda. Sampai-sampai jalan di depan rumah Wahyu digenangi air setinggi pinggang orang dewasa. Banyak anak kecil bermain dalam genangan air itu tanpa mempedulikan bahayanya. Dan tetap saja mereka tertawa gembira segembira-gembiranya. Tidak kalah dengan serunya bermain di taman bermain paling terkenal di ibukota. Wahyu duduk di teras rumahnya sambil memandangi anak-anak itu sambil sesekali melihat layar handphonenya. Di layar handphonenya tertera sebuah kontak, berisi nama dan nomor telepon. “Dian. 085726369777.” “Apa aku SMS dia aja ya? Eh.. tapi kan nggak enak.” Tanyanya dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepala. Selama hampir tiga puluh menit dia belum beranjak dari tempat duduknya. Wahyu masih terus memikirkan hal tadi tapi dia belum mengambil keputusan. 

Inikah Kampus Impianku?

Sudah beberapa bulan sejak wisuda, sekarang aku masih di rumah. Menunggu suatu kepastian tentang masa depanku dan teman-teman. Kampus ini, kampus berplat-merah. Kampus yang diidam-idamkan banyak orang. Bisa kuliah gratis, setelah itu bisa kerja sebagai PNS di Kementerian. Hmm, bahagia memang bisa berkuliah di sini. STAN namanya. Kampusnya di Bintaro. Tapi, aku kuliah di Makassar, di Balai Diklat Keuangan Makassar. Sesuai dengan pengumuman kelulusan USM. Ya, sedikit diluar perkiraanku dulu ketika mendaftar. Tapi, inilah tempat yang sudah disiapkan Allah untukku. 
Waktu SMA, awal-awal kelas 2, aku baru cari-cari tahu tentang kampus ini. Mas Surya, kakak kelas (dari SMA yang beda denganku) yang dulu sering main ke kos, main bola bareng, main PS, ternyata kuliah di sana. Tapi aku masih belum terlalu tertarik.

Suara Kita

 
Iseng-iseng buka dokumen waktu kuliah. eh, ketemu ini. salah satu tulisan di mading BDK. 

Kita telah melewati satu semester yang luar biasa. Para pengajar telah memberikan berbagai ilmu yang berguna bagi kita. Ujian Akhir Semester I juga telah kita lewati dan hasilnya pun telah kita ketahui. Sekarang, di semester kedua, kita akan melanjutkan perjuangan kita. Tetapi di kelas yang berbeda. Pastinya akan lebih seru dan menantang. Bagaimana pendapat teman-teman tentang nilai yang didapat pada semester I dan perubahan kelas yang terjadi pada semester II ini? Berikut adalah pendapat dari beberapa teman kita:

Sayonara

kau pergi mengejar semua impianmu
setiap hari aku bermimpi tentangmu
jika saja aku mendengarkan dengan baik
aku mungkin masih bisa mendengar suaramu
di sini aku melihatmu dengan tersenyum dan memanggilmu sesekali

aku berlari dan menghilang ke tempat yang sama
nafas yang mulai habis membuatku frustrasi
menatap bayangan dua mata yang tumpang tindih
langit biru yang menutupi kota tidak pernah berhenti menangis
dua sisi yang berdampingan dalam satu hari

bertahun-tahun sudah ini berlalu
aku tak bisa kembali ke tempat itu
tempat di mana aku meletakkan impianku

mungkin aku bermimpi
mengapa aku mengatakan perasaan ini?
impianku di hari itu masih mengikuti
aku berada dalam kesedihan
tetapi aku harus berusaha hidup di dunia ini tanpamu

さよăȘら!

Bersabar.. Bersama..

Sabar. Sebuah kata yang lagi booming akhir-akhir ini. Sudah kurang lebih 6 bulan sejak dinyatakan lulus dari almamater tercinta. Waktu yang bisa dibilang lama bagi kami untuk menunggu. Namun, info terbaru katanya kemungkinan besar tidak ada magang pada bulan april mendatang. Berarti, harus menunggu lagi dan harus bersabar lagi. Mungkin inilah masa-masa yang paling sulit menjadi lulusan perguruan tinggi kedinasan yang satu ini. Pada saat perkuliahan semuanya berjalan begitu lancar. Perkuliahan sehari-hari, apel pagi, UTS, UAS, dan lain-lain berjalan begitu menyenangkan. Bisa dibilang kalau frekuensi bermain lebih tinggi daripada frekuensi belajar untuk sebagian besar mahasiswa. Dosen yang “baik hati” seringkali memberi kisi-kisi ujian. Itulah mengapa sebagian besar belajar pada saat akan ujian saja. Ah, sudahlah. Lupakan masa-masa indah saat kuliah. Inilah ujian sebenarnya. Ujian kesabaran. 
”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji ‘uun.” (Q.S. Al Baqarah: 155-156)

Alhamdulillah

Bismillahirrohmanirrohim... Kembali lagi ke dunia per-blog-an. Semoga kali ini bisa bermanfaat :)