Jumat, 12 April 2013

Inikah Kampus Impianku?

Sudah beberapa bulan sejak wisuda, sekarang aku masih di rumah. Menunggu suatu kepastian tentang masa depanku dan teman-teman. Kampus ini, kampus berplat-merah. Kampus yang diidam-idamkan banyak orang. Bisa kuliah gratis, setelah itu bisa kerja sebagai PNS di Kementerian. Hmm, bahagia memang bisa berkuliah di sini. STAN namanya. Kampusnya di Bintaro. Tapi, aku kuliah di Makassar, di Balai Diklat Keuangan Makassar. Sesuai dengan pengumuman kelulusan USM. Ya, sedikit diluar perkiraanku dulu ketika mendaftar. Tapi, inilah tempat yang sudah disiapkan Allah untukku. 
Waktu SMA, awal-awal kelas 2, aku baru cari-cari tahu tentang kampus ini. Mas Surya, kakak kelas (dari SMA yang beda denganku) yang dulu sering main ke kos, main bola bareng, main PS, ternyata kuliah di sana. Tapi aku masih belum terlalu tertarik.
Sebelumnya aku pengennya kuliah di UNNES ataupun UNS, mau jadi guru ceritanya. Candra, teman kosku, sudah fotokopi soal-soalnya. Sepertinya dia benar-benar serius. Dan terbukti, dia lulus USM 2010 dan aku, belum berhasil. Yah, memang kurang belajar. Akhirnya aku kuliah di UMK setelah daftar UNS, UNNES, STIS dan STAN semuanya tidak lulus. UMK, sebuah universitas ternama di kudus. Bahasa Inggris adalah pelajaran favoritku. Jadi aku ambil jurusan Pendidikan B. Inggris. Banyak kenangan di sana. Aku kuliah sampai pertengahan semester 3. Sebenarnya capek sih tiap kali kuliah naik motor dari rumah sampai kampus yang butuh waktu kurang lebih 45 menit. Tapi setelah sampai kampus, terbayar sudah rasa capek itu. Kenapa? Because I love english, terutama grammar di semester 2. Dosennya asyik, Bu Zuma namanya (kayak nama game ya..). Tapi aku sering telat waktu kuliah grammar. Berbagai macam karakter kutemui di sana. Tapi yang paling keren yaituuuu.... mas Kencus alias Yusrul Hana. Dia selalu membantuku dalam urusan perkuliahan. Terima kasih banyak, Ncus. Selama 2 semester lebih itu, Alhamdulillah tidak ada ketertarikan untuk berhubungan dengan kaum hawa (tapi saya masih normal). Tapi agak sedih juga sih . Ya begitulah kehidupan perkuliahanku di UMK, datar-datar saja. Sedih rasanya meninggalkan UMK, sedih berpisah dengan teman-teman terutama teman-teman dari Intensive Course A. Tapi hidup harus berjalan. Aku pergi meninggalkan UMK tanpa kabar (ciyeehh, gayaaa). Cuma teman-teman dekat yang tahu. Goodbye... Sayonara.... 
Berangkat ke Makassar tanggal 26 November (kalo gak salah) bersama Bapak, dan 2 sahabat seperjuangan Dahlan dan Fahmi. Untuk pertama kalinya juga naik pesawat. Perjalanan yang menegangkan... (hahaha). Sesampainya di Makassar dijemput Pakdhe ku dan anaknya. Esok harinya langsung meluncur ke rumah Pakdhe di Pangkep. Hari selanjutnya cari kos-kosan di Makassar. Akhirnya ketemu deh sama kos yang enak, D’Kieta Kost alias Kos Gudang. Penghuni Kos Gudang memang keren-keren. Nggak salah deh kos di situ (hehe). Ada yang peringkat 1 se BDK Makassar lho di kosku, sekaligus idola anak-anak di sekitar kos, Fanny (ikut bangga). Ada DotA Community (Azis, Yudha, Udin, Rikza & Rizqi). Tak lupa PES Community (Trisno-yangpunyalaptop-, Edo ‘Madridista’, Ifan –yang jagonya Cuma waktu pake Barca-, Fahmi ‘The Flying-Dutchman’, Dahlan Pamuji Chelsea, dan saya sendiri). Juga keluarga bahagia se- kudus yaitu Adit-Arif-Andika. Dan Pak Ustadnya kos, mas Prass. Terima kasih. Kalian luar biasa T.T 
Tapi sebenarnya, apakah ini benar-benar kampus impianku? Benarkah ini dunia yang aku inginkan? Hmm, biarlah waktu yang menjawabnya. Sekarang kita terpisah jarak, dan mungkin nanti juga akan bekerja di tempat yang berbeda-beda. Semoga kita bisa menjalankan ‘amanah’ sebagai abdi negara dengan baik dan benar. Aamiin.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar